Headlines News :

Gubernur Sumbar Akui Padat Karya Gagal Total

MerdekaPost | Kamis, 15 September 2011

JAKARTA - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, mengatakan berbagai program padat karya yang dilakukan di Sumbar tidak ada yang berhasil. Penyebab utama dari berbagai kegagalan program padat karya, menurut gubernur karena orang Minang ternyata tidak berminat terhadap sektor padat karya yang menempatkan masyarakat lokal sebagai buruh.


"Investasi padat karya dari dulu hingga sekarang di Sumatera Barat selalu dan pasti akan sia-sia karena orang Minang itu tidak berminat mencari nafkah di sektor padat karya," kata Irwan Prayitno, saat membuka Sumatera Barat Expo 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9).

Fakta tersebut, lanjut gubernur, berbeda dengan berbagai program padat karya yang dilakukan di hampir seluruh provinsi yang terbilang berhasil. "Di Jawa Timur dan Jawa Tengah berbondong-bondong masyarakat ikut program padat karya. Tapi di Sumbar tidak karena masyarakatnya lebih memilih untuk kerja mandiri dalam skala sekecil apapun asal tidak berstatus buruh."

Menurut politisi PKS itu, sikap untuk mengelak dari status buruh itu jangan dipandang sebagai kelemahan. "Itu sebuah sikap hidup yang punya nilai positif, hingga di hampir seluruh kota dan kabupaten home industry berkembang dan bisa dijadikan sumber penghidupan yang lebih layak dibanding menerima upah dari sektor informal padat karya," ungkap Irwan Prayitno.

Sikap untuk mandiri dalam hidupnya juga terlihat dari pola pengelolaan rumah makan di Sumatera Barat. Para karyawan rumah makan Padang, lanjutnya, rata-rata tidak berstatus sebagai buruh tapi mereka bekerja dalam sistem bagi hasil dan sistem itu juga berlaku secara efektif di berbagai daerah rantau.

"Memahami karakter masyarakat Minang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak mau jadi buruh upah tersebut, maka kegiatan Sumbar Expo yang dilakukan secara mandiri ini oleh para perantau ini mempunyai arti yang sangat strategis karena secara aktif ikut berkontribusi memperkenalkan berbagai produk home industry kepada masyarakat di Ibukota Jakarta ini," ujar gubernur.

Selain itu, dia juga mengungkap bahwa diantara puluhan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terkatung-katung dan dinilai bermasalah oleh pemerintahan Arab Saudi tidak satupun diantara mereka berasal dari Sumatera Barat.

"Saya cek langsung ketika kapal laut yang membawa ribuan TKI dari Timur Tengah itu mampir di Teluk Bayur. Petugas memastikan tidak satupun para TKI tersebut berasal dari Sumatera Barat, baik yang sudah mereka bawa maupun yang masih tersisa di Arab Saudi, tidak satupun orang Minang. Warga semua provinsi pasti ada, kecuali dari Sumatera Barat, tidak ada," tegas Irwan Prayitno.

Irwan juga menjelaskan soal tingginya serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan pemerintah untuk Sumbar. "KUR terserap secara maksimal bahkan disejumlah daerah kota dan kabupaten yang home industrynya sudah berkembang mengindikasikan bahwa alokasi KUR buat mereka sangat kurang."

Sumatera Barat Expo 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 September, diikuti oleh sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Barat yang membawa sejumlah pengusaha home industry yang sudah berkembang dan layak untuk diusung ke tingkat nasional. "Pada even berikutnya, pemerintah provinsi sangat berharap agar semua pemerintah daerah tingkat II bisa mengirim pengusaha home industrynya ke even promosi tingkat nasional ini," harap Irwan Prayitno. (ald/ant)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net