Headlines News :

BPK Diminta Audit Defisit APBD Tebo

MerdekaPost | Jumat, 12 Agustus 2011

MUARA TEBO, MP – Deifisit ABPD Kabupaten Tebo tahun 2011 sebesar Rp 42,2 Milyar terus bergejolak, membuat sejumlah pihak mempertanyakan penyebab defisit anggaran yang terjadi di Pemkab Tebo tersebut. Untuk itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan Audit terkait defisit anggaran tersebut.

Hal ini dikatakan oleh anggota DPRD Kabupaten Tebo, fraksi Kebangkitan Nurani Sejahtera, Dani Fardiansyah saat penyampaian LKPJ Bupati tentang tanggapan akhir fraksi. Ia mengatakan, defisit anggaran yang terjadi terhadap APBD Tebo Tahun 2011 tersebut harus segara terjawab, maka dari itu pihaknnya meminta kepada BPK ataupun tim independent untuk melakukan audit.

“Permaslahan ini harus segera diselasikan, dan harus ada pihak independent atau BPK yang harus segera melakukan audit untuk menemukan kebenarannya, ”ujarnya.

Dikatakannya, defisit angagaran tersebut harus segera ditindak lanjuti untuk menjawab pertanyaan dari berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat Tebo.

Sebelumnnya, dewan juga mendesak agar tim Penyusunan Anggaran Pemerintah Daerah (PAPD) untuk menindak lanjuti hal tersebut. Tidak hanya itu Wakil Ketua DPRD Tebo, Wartono Triankusumo, yang juga merupakan ketua DPC PDIP Tebo membenarkan statemen ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto yang pernah diberitakan beberapa waktu lalu mengenai tidak adanya laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mengenai defisit tersebut.

“Daerah manapun kalau anggarannya dihitung sekarang ini, sudah dipastikan hasilnya tetap akan defisit, proyek belum jalan kok anggaran bisa dikatakan defisit, ”ujar Wartono.

Hal senada juga dinyatakan oleh Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsurizal, untuk menyatakan anggaran suatu daerah defisit harus ada pembahasan antara Banggar DPRD Tebo dan tim PAPD Tebo.

“Tidak bisa mengatakan asal defisit saja, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini kita akan memanggil tim PAPD Tebo untuk menanyai kenapa bisa defisit, ”ujar nya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Tebo, H. Indones mengatakan bahwa defisit yang dialami Kabupaten Tebo ditahun 2011 ini sebesar Rp 42,2 Milyar.

“Memang benar apa yang dikatakan oleh Ketua DPRD Tebo, Agus Rubiyanto, yang mengatakan bahwa defisit yang resmi diperdakan Rp 10 Milyar, tapi total seluruh defisi yang kita alami untuk tahun ini adalah Rp 42,2 Milyar, ”ujar Indones kepada harian ini beberapa waktu lalu.

Ia merincikan defisit Rp 42,2 milyar tersebut antara lain defisit yang diperdakan Rp 10 milyar, Rp 29 Milyar defisit untuk membayarkan pekerjaan pembangunan yang sudah dikerjakan ditahun 2010 kemarin dan dibayarkan ditahun 2011 ini.

“Karena ditahun 2010 kemarin kita mengalami defisit, akhirnya ada penundaan pembayaran pekerjaan proyek pembangunan yang dikerjakan ditahun 2010 akhirnya dibayarkan ditahun 2011 ini, dan itu mendapatkan persetujuan resmi dari DPRD Tebo yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto, ”ujarnya lagi.

Sementara untuk defisit Rp 3,2 Milyar berasal dari deviden Bank Jambi ditahun 2010 yang kemudian disetorkan kembali ke Bank Jambi sebagai tambahan modal untuk Pemkab Tebo ditahun 2011 ini.

“Kita dari tim PAPD Kabupaten Tebo siap jika dipanggil oleh DPRD Tebo terkait defisit yang dialami sekarang ini, ”katanya lagi. (her)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net