Headlines News :

Yopi Ngaku Punya Bukti Kepolisian Intervensi Pemilukada Tebo

MerdekaPost | Kamis, 07 Juli 2011

JAMBI - Yopi Muthalib mengaku tidak takut akan dilaporkan balik oleh Polda Jambi dan Polres Tebo terkait laporan yang disampaikannya ke Mabes Polri, kemarin. Menurutnya, jika Polda dan Polres membuat laporan balik justru akan mempercepat proses yang bakal berjalan.

“Kalau lapor balik, baguslah. Justru akan lebih cepat prosesnya, lebih bagus,” ujar Yopi Muthalib, tadi malam.Menurutnya, keputusan untuk melaporkan Polda Jambi dan Polres Tebo ke Mabes Polri telah dipertimbangkan dengan masak. Setelah dirasa cukup bukti dan melakukan konsultasi dengan pengacara, akhirnya calon bupati Tebo nomor urut 3 ini melapor.

Yopi Muthalib mendatangi Mabes Polri di Jl Trunojoyo, Jakarta, kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas langsung menerima laporannya. “Saya langsung diBAP. Proses BAP selesai sekitar jam 3 sore,” ujarnya. Namun, ketika ditanya siapa saja pejabat Polda Jambi dan Polres Tebo yang diadukannya, Yopi menolak menyebutkannya. “Nanti dululah, ikuti saja prosesnya dulu, nanti akan saya sebut semuanya,” kata anggota DPRD Provinsi Jambi ini.

Menurut Yopi, institusi kepolisian sangat baik. Namun, ada oknum pejabat di Polda Jambi dan Polres Tebo yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan. “Yang bandel-bandel yang saya laporkan. Mereka telah salahgunakan kekuasaan,” ungkapnya. Yopi mengaku dirinya pernah didatangi oleh empat anggota polisi dari Polda Jambi. Ketika itu, petugas yang tidak membawa surat perintah ini memaksanya untuk datang ke Polda Jambi.

Yopi menambahkan, pasca memberikan keterangan di MK, dirinya sering menerima pesan pendek yang isinya bermacam. “Semuanya akan saya beber nanti di Mabes Polri,” tegasnya. Ketika koran ini menghubungi Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs Bambang Suparsono, ia tidak mengangkat telepon genggamnya. Pesan pendek yang dikirim pun tidak dibalas. Hal sama juga terjadi ketika koran ini menghubungi Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah.

Sementara itu, dalam sidang lanjutan di MK kemarin, Tim Yopi-Sapto menghadirkan empat saksi. Saksi Salman Afesi, mantan ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tebo Tengah menyampaikan keluhannya di hadapan majelis hakim MK karena diberhentikan sebagai ketua PPK karena telah melanggar Kode Etik sesuai dengan rekomendasi dari Panwaslu Kabupaten Tebo. Namun, hingga kini dirinya belum menerima SK pemberhentian.

Selain itu, Salman juga menjelaskan terjadinya kejanggalan dalam DPT di Tebo Tengah, dan menilai ketua PPK penggantinya kurang professional, hanya saja tudingan Salman ini langsung mendapat bantahan dari ketua majelis hakim, Aqil Mukhtar “Saudara tidak boleh berasumsi di sini, jangan menilai orang lain tidak professional, sekarang sampaikan saja fakta hukumnya disini, mengapa sampai saudara di berhentikan dan apa saja yang saudara ketahui” jawab Akil dengan nada jengkel, Selain Salman, pihak Yopi Sapto juga menyiapkan saksi dari ketua salah satu KPPS XII Koto Ilir, yang menjelaskan adanya persamaan nama dalam DPT antara TPS 1 dan TPS 2, dirinya juga menjelaskan jika dalam pemilihan kemaren, di TPS mengalami pengurangan dalam tingkat partisipasi pemilih.

Ketua PPK Kecamatan Tabir, Bahri juga disaksikan saksi oleh pasangan Yopi Sapto, dalam kesaksiannya, Bahri sempat menyampaikan jika dalam pemilihan Ulang tanggal 5 juni lalu, KPU tidak melaksanakan sosialisasi, sehingga banyak masyarakat tidak mengetahui.

KPU melalui pengacaranya, Maiful Efendi, membantah semua keterangan saksi. Menurut Maiful, pemberhentian Salman Efendi oleh KPUD sudah sesuai dengan prosedur yang ada karena telah melanggar kode etik Setelah mendengarkan semua keterangan para saksi baik dari pemohon termohon dan terkait, ketua majelis meminta kepada masing masing untuk menyampaikan kesimpulan paling lambat pada jam 4 sore hari ini. Dan menunggu jadwal sidang putusan. (usm)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net