Headlines News :

Warga Minta Kepolisian Tertibkan Mercon

MerdekaPost | Sabtu, 09 Juli 2011

Kembang Api Boleh, Mercon Dilarang

TEBO – Menjelang Ramadhan, pedagang kembang api mulai bermunculan. Tidak hanya itu, aktivitas anak-anak maupun orang dewasa menyalakan kembang api dan mercon terdengar setiap malam.

Kondisi seperti itu dimaklumi oleh aparat Kepolisian Kabupaten Tebo. Kapolres Tebo AKBP M. Arifin, S.iK melalui Kapolsek Rimbo Bujang AKP. Chairul Anam, mengatakan, hal seperti itu telah menjadi tradisi yang terjadi setiap tahun.

Kendati telah dilakukan penertiban berupa razia, namun menurut Chairul, pedagang akan kembali menggelar dagangannya setelah tidak ada razia. Selain itu penertiban juga terkendala rasa kasihan kepada pedagang, karena pada dasarnya mereka adalah pedagang kecil yang ingin mengais rejeki menjelang lebaran.

Namun demikian, pihaknya menghimbau kepada para pedagang kembang api agar tidak menjual petasan atau mercon. Dikhawatirkan petasan menimbulkan celaka. Terlebih lagi yang berukuran besar, itu sifatnya seperti dinamit yang dapat merusak sesuatu yang ada didekatnya.

“Kalau kembang api yang dapat terbang itu tidak apa-apa,” kata Chairul.

Selain himbauan, pihaknya juga mengaku akan melakukan razia. Jika ditemui pedagang menjual petasan atau mercon akan disita. Kembang api masih boleh untuk dijual.

“Dihimbau kepada warga agar mengawasi anak-anak saat bermain kembang api agar tidak membahayakan,” tambahnya.

Pernyataan pihak Kepolisian tersebut sangat didukung oleh masyarakat Kabupaten Tebo pada umumnya, sebab, menjelang ramadhan memang kembang api dan petasan menjadi dagangan musiman yang laris manis, akan tetapi, jika dilihat dari segi manfaatnya sama sekali tidak ada, bahkan, petasan yang seringkali di ledakkan keudara bagi sebagian orang sangat mengganggu bagi orang lain yang mendengarnya, tidak jarang terdengar sumpah serapah akibat terkejut mendengar bunyi ledakan petasan yang cukup kencang.

Heri Zaldi, Direktur LSM PPK (Peduli Pekerja dan Konsumen) Kabupaten Tebo menyebutkan bahwa, pada prinsipnya atraksi kembang api tidak menjadi masalah bagi masyarakat, namun, jika mercon (petasan) yang suaranya sangat menggema apalagi mercon yang ditembakkan keudara sungguh sangat membuat masyarakat resah, sebab, dengan suara letusannya yang cukup kencang membuat warga menjadi kaget, dan tidak jarang warga yang mengeluarkan sumpah serapah bagi pelaku peledakan mercon terutama dimalam hari disaat warga sedang ingin beristirahat.

“Kami menghimbau pihak Polres Tebo agar bisa menertibkan para penjual mercon, kalau perlu dilarang, sebab, jika memasuki bulan ramadhan, maka mercon akan mengganggu aktivitas warga muslim yang ingin beribadah”. Ungkap Heri. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net