Headlines News :

Puluhan Pejabat Tebo Minta Pindah

MerdekaPost | Selasa, 19 Juli 2011

Pelantikan Para Pejabat eselon II dan III dilingkungan Pemkab Tebo
beberapa waktu yang lalu (F.doc/MP/2010)

Diduga Berkaitan dengan Politik Praktis

TEBO, MP – Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Tebo ramai-ramai mengajukan pindah dan diantaranya ada Sekitar 26 (dua puluh enam) Pejabat dilingkungan Pemkab Tebo baik Kepala SKPD, Camat, kepala bagian (Kabag) maupun Kabid.

Beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar bahwa beberapa orang pejabat yang pasca pemilukada yang mengajukan pindah keluar dari Kabupaten Tebo, namun, ketika dikonfirmasikan ke pihak terkait mereka menyatakan bahwa itu hanya sekedar isu, bahkan ditanya kepada Kadis yang bersangkutan mereka menyatakan tidak pernah berniat untuk mengajukan pindah.

Namun, setelah beredarnya copy-an nama-nama pejabat yang mengajukan pindah baik yang sudah disetujui oleh Bupati Tebo maupun yang belum mereka tidak bisa untuk menidakkan dan membantah lagi tentang kebenaran informasi ini.

Adapun nama-nama Pejabat yang telah mengajukan pindah secara resmi adalah sebagai berikut, Ir. Rahansi (Kadis Pertanian Tanaman Pangan) Ir. H. Indones, MTP (Kadis PPKAD), Drs. H. Haflin, Apt, M.Kes (Kadis Kesehatan), Ir. H. Sri Sapto Eddy, MTP (Mantan Kadis PU), Ir. H. M. Eka Wijaya, M.Si (Kadis Perindagkop dan UKM), Ir. Islahudin (Kadis Perkebunan), Drs. RM Ali (Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan), Drs. Abu Bakar, M.Si (Kadis Dikbudpora), H. Bajuri, S.Pd, MM (Kakan Kesbangpolinmas dan PB), Ir.Jalaluddin (Kadis Dukcapil), Taufik Hidayat, SE (Camat Rimbo Bujang), M. Zaki Hassan, SP, ME (Camat Tebo Ilir), M. Ziadi, SP (Camat Rimbo Ulu), Drs. Abdullah Yunus, MPdI (Sekretaris KPUD Tebo).

Kemudian, M. Ridwan, MPH (Kabid Kesga Promkes Dinkes), Salvita Fitrianti, MKM (Kabid Evaluasi dan Pengembangan di Dinkes), Afriansyah, S.IP, M.Si (Sekretaris Badan Kesbangpollinmas dan Penanggulangan Bencana), Mohd. Romi Marantika, SE, M.Si (Kabag Adm. Pembangunan), Drs. Eryanto, MM (Kabag Umum), Novri Hasan, SH, MP (Kabid Geologi dan Sumber Daya Mineral Dinas ESDM), Thamrin, ST (Kabid Bintek Dinas PU), Hendry Nora, ST (Kabid Cipta Karya Dinas PU), Noor Yosept Zaath, ST, MT (Kabid Bina Marga Dinas PU), Sulaiman, S.Ag (Sekretaris Dinas Perindagkop dan UKM), Bunyamin, SE (Kasi Pendapatan dan lain-lain Dinas PPKAD), Doni Sumatriadi, S.STP (Kasubbag Protokol pada Bagian Humas dan Protokol setda Tebo).

Selain dua nama yaitu Ir. H. Indones, MTP dan Doni Sumatriadi, S.STP semuanya sudah disetujui oleh Bupati Tebo H. Madjid Mu’az pada saat masih menjabat.

Adapun daerah yang menjadi tujuan pindahnya beberapa pejabat tersebut ada berbagai macam tempat seperti ke Provinsi Jambi, Provinsi Sumsel, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari dan paling banyak ke Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Bungo.

Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, rata-rata pengajuan pindah para pejabat tersebut berkisar antara akhir bulan Mei hingga awal-awal bulan juni atau beberapa hari setelah pelaksanaan PSU (Pemungutan Suara Ulang) Pemilukada Kabupaten Tebo yang digelar pada tanggal 5 Juni yang lalu. Hal ini tentunya akan memperkuat dugaan bahwa ini ada kaitannya dengan politik terutama beberapa bulan terakhir sehubungan dengan pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Tebo.

Sementara itu, Pejabat Bupati Tebo Ir. H. Havis Husaini, MP beberapa waktu yang lalu, atau pada awal-awal masa jabatannya sudah mengingatkan kepada para pejabat jangan mengajukan pindah dan dirinya menghimbau agar semuanya fokus untuk membangun Tebo serta melupakan segala hal yang berhubungan dengan politik atau pemilukada.

Dilain tempat, Bupati Muaro Jambi juga telah menegaskan bahwa Pemkab Muaro Jambi untuk saat ini tidak menerima mutasi PNS, apalagi para PNS atau pejabat ‘buangan’ dari daerah lain.

Selain itu, dengan kondisi Kabupaten Tebo saat ini yang sangat banyak masalah yang melilit, salah satunya terjadinya defisit anggaran yang mencapai 40 Milyar beberapa kalangan menilai bahwa mereka yang mengajukan pindah tersebut terkesan tidak bertanggung jawab, dan ingin lari dari kenyataan. “selama ini enak-enakan dia jadi pejabat, nah, sekarang kok malah mau lari dan meninggalkan tanggung jawab, bahkan ada diantaranya yang masih tersangkut masalah hokum, selesaikan dulu baru kalau mau ngajukan pindah”. Celoteh salah seorang aktivis Tebo yang tidak ingin disebutkan namanya. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net