Headlines News :

Kondisi Pemkab Tebo Kacau, 9 Kadis Ajukan Pindah

MerdekaPost | Sabtu, 02 Juli 2011

Para Pegawai dilingkungan Pemkab Tebo saat mengikuti Apel Senin
baru-baru ini (doc/MP)


MUARA TEBO – Kondisi dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Tebo akhir-akhir ini terlihat kacau, para staf seperti anak ayam kehilangan induk, temuan Koran ini dibeberapa dinas nampak meja-meja kosong ditinggalkan oleh para staf sementara jam dinas belum berakhir.

Kondisi seperti ini kian bertambah buruk pasca munculnya isu bahwa beberapa orang kepala dinas dan kepala kantor dilingkungan Pemkab Tebo mengajukan pindah tugas kedaerah lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa Pemilukada yang telah berlangsung beberapa waktu yang lalu menyisakan kekhawatiran beberapa Pejabat yang dirinya merasa terlibat langsung dalam politik praktis. Kondisi ini kian diperburuk lagi dengan adanya defisit senilai 40 Milyar, sungguh telah menjadi permasalahan yang komplit.

Dari informasi yang diperoleh dari sumber yang layak dipercaya menyebutkan bahwa ada 9 (Sembilan) orang Kepala Dinas atau Kepala kantor yang mengajukan pindah tugas keluar Tebo, nama-nama tersebut adalah H. Indones (Kepala DPPKAD), H. Bajuri, S.Pd (Kakan Kesbangpolinmas), Drs. Abu Bakar, M.Si (Kadis Dikbudpora), Ir. Rahansi (Kadis Pertanian), Mukhsin (Kadis Peternakan dan Perikanan), Islahudin (Kadis Perkebunan), Drs. Haflin (Kadinkes), Jalaluddin (Kadis Dukcapil) dan Ir. Eka Wijaya (Kadis Perindagkop dan UKM).

Sumber Koran ini tersebut menyebutkan bahwa 9 orang pejabat yang mengajukan pindah itu sebelumnya sudah dibantah oleh Plh Bupati dan Peltu Sekda Tebo H. Abdullah beberapa waktu lalu, dan dikatakan oleh Abdullah bahwa itu hanya isu dan tidak benar, akan tetapi dengan adanya temuan surat rekomendasi maka saya menilai bahwa itu bukan isu, pengajuan pindah itu memang benar adanya. Ungkapnya.

Pantauan Koran ini, akhir-akhir ini beberapa pejabat atau kepala dinas banyak yang jarang masuk kantor, akibatnya, para staf atau bawahannya di dinas banyak yang melalaikan tugas, seperti kondisi dibeberapa dinas instansi yang ruangannya terlihat kosong padahal jam kerja belum habis. Ini harus kita akui bahwa dampak dari ketidakhadiran dari pimpinan atau kepala dinas yang bersangkutan sehingga anak buahnya menjadi lalai dan bebas pulang kantor sebelum jam kerja habis.

Kemudian, disegi pelayanan publik juga mengalami kendala, sebab, jika seorang kepala dinas tidak berada ditempat maka bagi bawahan akan kesulitan bahkan tidak berani untuk mengambil kebijakan, beberapa rekanan mengaku kecewa karena tidak ada kejelasan serta kebijakan dalam melanjutkan kegiatan proyeknya.

Kondisi semakin parah karena Kabupaten Tebo mengalami defisit senilai 40 Milyar. Siapa yang akan menyelesaikan permasalahan ini jika para pejabat selaku pemegang anggaran dan kebijakan sudah ramai-ramai pindah. Seolah-olah tidak ada pertanggung jawaban dan meninggalkan Tebo dalam kondisi yang tidak menentu.

Sementara itu, Pj Bupati Tebo kepada sejumlah wartawan menyebutkan bahwa dirinya tidak mengagendakan untuk memindahkan pejabat, terkecuali jika memang sudah masa pension dan pejabat yang bersangkutan memang tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, dia menghimbau kepada para pejabat, kepala bidang dan camat untuk tidak mengajukan pindah, mari bersama-sama kita membangun Tebo”, Ungkapnya.

Dikatakannya, “Tugas saya selaku Pj bupati Tebo di dalam SK dibunyikan selama 1 tahun, atau hingga Bupati Terpilih yang defenitif dilantik, namun, saya akan berusaha untuk melaksanakan dan melanjutkan pembangunan Kabupaten Tebo sebagaimana yang direncanakan, untuk itu saya mengharapakan semua elemen dapat berkerja sama membangun Tebo dan saya menghimbau kepada kita semua untuk melupakan euphoria politik pasca pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Tebo”. Ungkap Haviz. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net