Headlines News :

Asisten II Tebo dan Tiga Mantan Dewan Terbukti Bersalah

MerdekaPost | Selasa, 12 Juli 2011

Putusan Banding, Atas Korupsi Alat Kontrasepsi

MUARA TEBO - Pekerjaan Kejari Tebo kian berat, Perkara tiga mantan dewan yang lalu belum dieksekusi kini tugas kembali dipikul oleh Korps Adhyaksa ini. Pasalnya, kini putusan banding atas putusan bebas yang divonis hakim yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum atas Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kontrasepsi yang menyeret nama Kepala Dinas KB dan PKS pada saat itu yakni Drs. H Bukhary Usman telah diputus oleh Mahkamah Agung dan memutuskan Drs. H Bukhory Usman terbukti melakukan tindak pidana Korupsi secara menyeluruh.

Turunnya Kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang memvonis H. Bukhari Usman tersebut, bersamaan dengan turunnya kasasi dari Tiga Mantan Anggota DPRD Tebo yang tersangkut kasus Korupsi APBD Tebo tahun 2004 nilainya 4,7 Milyar, yakni Bambang Waluyo, Buswan dan Tjarmo.

Kepastian turunnya Kasasi dari Mahkamah Agung tersebut dibeberkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Tebo L Sormin SH,MH melalui Bagian Humas PN Tebo, Bertha Arry Wahyuni SH Mkm kepada Wartawan diruang kerjanya Senin (11/07) kemarin.

Dikatakannya, berdasarkan surat Kasasi yang turun dari MA tertanggal 16 Juni 2011, ada tiga berkas yang turun.

Dijelaskannya, yang pertama surat putusan No 87K/Pidsus/2010 atas nama Bukhari Usman yang kini menjabat Asisten II Setda Tebo, Kedua atas nama Bambang Waluyo dengan No 1620/Pidsus/2010 dan terakhir atas nama Buswan dan Tjarmo dengan No 1644/Pidsus/2010.

“Memang benar MA telah menurunkan kasasi tersebut, kasasi sampai ke PN Tebo pada tanggal 16 Juni lalu, ”ujarnya.

Ia menambahkan, Untuk Bukhari Usman, dalam Kasasi tersebut diputuskan bahwa ia telah sah dan terbukti bersalah melakukan korupsi yang berlanjut dan dijatuhkan hukuman selama satu tahun penjara dan diperintahkan kepada Kejaksaan Negeri Tebo agar segera menahannya.

Dan menetapkan uang tunai RP 129 Juta yang dijadikan barang bukti sewaktu di persidangan yang diketuai hakim HM Saharudin Utama SH MH disita untuk Negara sebagai bukti pengganti.

“Dalam putusannya, ia (Bukhari Usman-red) telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara menyeluruh, dan diputuskan dihukum selama satu tahun penjara, ”tegasnya.

Sementara itu, untuk tiga mantan Dewan yakni, Bambang Waluyo, Buswan dan Tjarmo dengan putusan yang sama yaitu terbukti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dan divonis hukuman penjara selama satu tahun enam bulan ditambah dengan denda Rp 50 Juta.

“Untuk ketiga dewan ini dalam putusannya menghukum mereka selama tiga tahun karena mereka telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, ”katanya.

Ditambahkan, denda Rp 50 Juta tersebut jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama enam bulan, dan menghukum uang pengganti senilai Rp 144.674.680 dengan ketentuan jika tidak dibayarkan dalam satu bulan maka hartanya dapat disita atau dilelang, jika tidak bisa membayarkannya atau hartanya tidak cukup maka akan diganti dengan kurungan selama satu tahun.

“Kami telah menyampaikan pemberitahuan kepada Kejaksaan pada tanggal 27 Juni agar mereka segara dieksekusi, mengingat keputusan tersebut telah turun dan tetap dari MA dan semua terdakwa telah diberikan surat pemberitahuan, ”pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Ketiga mantan Dewan tersebut belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini, dan H Bukhari Usman yang kini menjabat sebagai Asisten II Setda Tebo ini juga belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini, ketika dihubungi telepon selularnya kemarin (11/07), nomor yang biasa ia gunakan bernada aktif, namun ia tidak mengangkat panggilan. (joe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net