Headlines News :

Yusril: Patrialis Tak Hanya Goblok, Tapi Pembohong

MerdekaPost | Selasa, 28 Juni 2011

JAKARTA - Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra menuding Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Patrialis Akbar bukan saja goblok tapi juga pembohong. Yusril mengatatakan hal itu menanggapi ucapan Patrialis Akbar di Gedung DPR RI yang mengatakan bahwa pihaknya hanya melaksanakan permintaan Kejagung dalam mencekal Yusril.

Yusril menuding Kejagung menggunakan undang-undang yang sudah tidak berlaku lagi dan mencekalnya selama setahun. Menurut Yusril, Patrialis harusnya menolak untuk melaksanakan cekal tersebut karena bertentangan dengan Pasal 97 UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang membatasi cekal maksimum enam bulan saja.

"Kewenangan Patrialis untuk menolak cekal yang menyalahi undang-undang diatur dalam Pasal 94 ayat (5) UU No 6 Tahun 2011", tapi tak dilakukan Patrialis," tulis Yusril dalam rilisnya, Selasa (28/6/2011)..

Itulah sebabnya, Yusril mengatakan Basrief dan Patrialis sama gobloknya. Sebelumnya Patrialis mengatakan bahwa keputusan Kejagung mencekal Yusril selama setahun dilakukan dua tahap. Tahap pertama enam bulan. Setelah habis, diperpanjang enam bulan berikutnya.

Namun Yusri menyanggah keterangan Patrialis dengan menunjukkan dua surat dari Direktorat Jenderal Imigrasi, salah satunya bernomor IMI.5.GR.02.05-3.0707 tanggal 24 Juni 2011 tentang pelaksanaan cekal terhadap Yusril. Dalam surat yang ditandatangani oleh Kasubdit Pencegahan dan Penangkalan atas nama Dirjen Imigrasi, disebutkan bahwa pelaksanaan cekal untuk Yusril adalah satu tahun.

"Tidak ada disebutkan bahwa pencekalan itu dilakukan Kementerian Hukum dan HAM dalam dua tahap seperti dikatakan Patrialis," tulis Yusril.

Karena itu, Yusril menuding Menteri Hukum dan HAM itu bukan saja goblok, tapi juga pembohong. "Saya mendengar dalam surat siar imigrasi, yakni surat instruksi dan pemberitahuan kepada seluruh jajaran imigrasi di tanah air tertanggal 24 Juni 2011, pencekalan terhadap saya juga disebutkan selama satu tahun," tegas Yusril.

Patrialis menurut Yusril tidak dapat mengelak dari tuntutan hukum atas kesalahan yang dilakukannya dan kebohongan publik yang diucapkannya. "Bisa saja saya menuntut Patrialis melakukan perbuatan melawan hukum, baik secara pidana maupun perdata" tulis Yusril. (her/ant)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net