Headlines News :

Temuan BPK di Sarolangun Rp 10 Miliar

MerdekaPost | Rabu, 29 Juni 2011

Paling Besar di Dinas PU dan Perumahan Rakyat

SAROLANGUN - Hingga akhir tahun 2010 lalu, jumlah tunggakan dari temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI di lingkungan Pemkab Sarolangun terhitung cukup besar mencapai Rp 10 miliar. Dari angka tersebut sekitar Rp 2 miliar merupakan temuan BPK yang belum berhasil ditindak lanjuti di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (Pera) Kabupaten Sarolangun.

Menurut keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, M. Basyari, pihaknya akan bekerja keras mendesak para SKPD untuk segera menyelesaikan semua temuan BPK agar tidak menjadi beban di kemudian hari. ‘’Makanya dalam rapat saya tegaskan, agar SKPD pro aktif dan membuat kerangka kerja untuk menyelesaikan temuan tersebut,” ujarnya usai memimpin rapat tindak lanjut temuan BPK, di kantor Bupati Sarolangun, sore kemarin (27/06).

M. Basyari mengakui jika secara keseluruhan temuan BPK yang belum selesai ditindak lanjuti terhitung cukup besar. ‘’Saya tidak hapal angka pastinya, tapi berkisar antara Rp 8-10 miliar,” bebernya. Lebih jauh dia menjelaskan dari angka tersebut, tersebar hampir di seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Sarolangun.

“Tapi yang terbesar berada pada Dinas Pekerjaan Umum,” tuturnya lagi. Namun, M Basyari juga menjelaskan agar semua pihak jangan salah sangka terlebih dahulu. Sebab angka temuan BPK yang besarnya mencapai Rp 10 miliar bukan hanya temuan tahun 2010 saja akan tetapi merupakan angka komulatif sejak tahun 2003 lalu.

‘’Kami akan upayakan untuk temuan tahun 2010 ini akan diselesaikan sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) resmi diterbitkan BPK bulan Agustus nanti. Sedangkan untuk temuan BPK di tahun sebelumnya akan ditelusuri dan dicari jalan penyelesaian. ‘’Kami menargetkan semua temuan tersebut sudah rampung diselesaikan pada tahun ini,” tukasnya.

Untuk diketahui, terkait masalah ini, yang sangat disayangkan dari pantauan Harian ini, pihak Dinas PU dan Pera Sarolangun, tidak satupun hadir saat rapat koordinasi SKPD dengan Sekda Sarolangun di Aula Utama Kantor Bupati Sarolangun yang membahas temuan BPK ini sore kemarin. ‘’Ini bukan permasalahan, sebelumnya pihak PU juga sudah hadir,” kata Sekda, menjawab permasalahan ini. Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Pera Sarolangun, Eddy Suranto, saat coba dikonfirmasi di kantornya sedang tidak berada di tempat. Sedangkan Fauzi, Kabid Bina Marga yang masuk kantor tidak bersedia menemui. Parahnya lagi keduanya saat coba dikonfirmasi, handphone yang bersangkutan sedang tidak aktif. Sedangkan pesan singkat yang dilayangkan juga tidak digubris. (her/ol/tri)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net