Headlines News :

Petani di Kerinci Jambi Diminta Tanam Pohon Karet

MerdekaPost | Minggu, 19 Juni 2011

KERINCI, MP - Banyaknya hasil perkebunan di Kabupaten Kerinci yang harga jualnya jatuh di pasaran, ada yang menyarankan agar petani di Kerinci untuk beralih mengembangkan tanaman karet.

Hal tersebut, disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, Muradi, saat melaksanakan sosialisasi bidang pertanian di gedung nasional Sungaipenuh beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, komuditas karet merupakan salah satu produk pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kerinci.

"Harga karet jarang sekali turun, sehinga jika dikembangkan lebih serius oleh petani, maka hasilnya tentu akan sangat baik, dan petani tidak akan mengalami kesulitan ekonomi," ujar Muradi.

Menurutnya, tanaman karet termasuk tanaman yang sangat cocok untuk kondisi tanah di Kabupaten Kerinci, tergantung bagaimana pola pengembangan dan penanamannya saja. Sayangnya, petani Kerinci belum mengetahui hal tersebut.

Kondisi tersebut tidak bisa disalahkan, karena sebagian besar petani masih belum tahu cara pengolahan karet tersebut. "Jika sudah terbiasa pasti bisa dilakukan, ini semua tergantung instansi yang bisa mengembangkannya kepada petani," ucap Muradi, yang juga berasal dari Kerinci.

Saran dari anggota DPR RI Dapil Jambi tersebut, ternyata tidak mendapatkan sambutan yang baik dari petani di Kerinci. Petani mengaku enggan menanam karet, karena produksinya tidak bisa sebaik karet yang ada di daerah lain.

"Soal komuditas apa yang tepat tidak perlu diperdebatkan lagi. Kami kira komuditas yang ada saat ini sudah sangat tepat, hanya saja bagaimana cara mengatasi persoalan pemasaran, yang sering menjadi kendala petani," ungkap Rapai, petani kentang, Jumat (17/6)..

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Kerinci, Evi Rasmianto. Ia mengatakan, bertani karet belum tentu merupakan upaya yang baik bagi untuk meningkatkan hasil pertanian. Sampai sekarang karet masih belum terbukti baik, jika ditanam di Kerinci.

"Bertani karet belum tentu bisa memberikan keuntungan bagi petani. Pasalnya sampai sekarang belum ada kepastian layak dan tidaknya karet dikembangkan di Kerinci," sebut Evi Rasmianto.

Menurut Evi, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya dari Dishutbun Provinsi Jambi, yang menyebutkan hasil karet terbaik bisa diperoleh, jika tanaman karet tersebut tumbuh di lahan yang berada di bawah 600 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan Kerinci berada di atas 700 meter.

Secara teori, tanaman karet tidak cocok di Kerinci, karena produksinya maupun hasilnya nanti tidak sama dengan di daerah lain. Jika mesti dilakukan juga, maka perlu dilakukan kajian ulang terlebih dahulu.

"Karet belum tentu baik bagi Kerinci, karena Kerinci berada di dataran tinggi. Informasi tersebut telah sejak lama diberitahukan Dishutbun Jambi kepada kami," pungkas Evi. (SK)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net