Headlines News :

Peluang Dana ADB & IDB (Pengembangan Pembangunan Daerah)

MerdekaPost | Jumat, 24 Juni 2011

Atasi Krisis Global dengan Sektor Riil dalam Pemanfaatan Dana ADB & IDB
(Pengembangan Pembangunan Daerah)


Kabar berita yang sangat bagus terjadi perjanjian beberapa hari yang lalu antar dua lembaga donor pemerintah yakni antara Asian Development Bank (ADB) dengan Islamic Develompent Bank (IDB), perjanjian ini terkesan unik karena hampir sejajar dengan Forum Tingkat Tinggi antar negara dan deklarasi internasional dalam hal harmonisasi dan efektvitas pembangunan.

Perjanjian ini berlangsung dengan kesepakatan selama 3 tahun berjalan dan masing-masing menyiapkan dana untuk berkontribusi dalam pembiayaan proyek-proyek bisnis yang terdapat dibeberapa negara khususnya negara-negara asia. Salah satu negara yang akan mendapatkan kucuran dana tersebut adalah Indonesia.

Dalam perjanjian ini terget penyaluran dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembiayaan dalam kerjasama keuangan terutama dalam hal proyek infrastruktur (termasuk didalamnya adalah irigasi), fasilitas publik dan proyek-proyek perkotaan, serta sektor pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya.

Big Opportunity

Hal ini merupakan peluang besar dan kesempatan yang sangat bagus. Jika masing-masing kedua lembaga tersebut ADB dan IDB akan memberikan dana sebesar 2 Milyar dollar, hampir sekitar 22 triliun rupiah. Mengapa kesempatan yang besar? Tak lain adalah peranan ekonomi syariah yang bermain. Salah aspek penunjang dalam menggapai potensi dana tersebut dengan memainkan instrumen yang sudah tersedia yaitu sukuk. Disinilah kesempatan besar terjadi disaat dengan keterbatasan dana yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur dan lain sebagainya untuk pembangunan. Saat ini pemerintah Indonesia membutuhkan dana untuk pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya, dimana berdasarkan Road Map pembiayaan infrastruktur 2005-2009 disebutkan bahwa dalam 5 tahun kedepan akan membutuhkan dana mencapai Rp 1.400 Triliun (kementrian BUMN 2005).

Pendanaan untuk pembangunan infrastruktur diatas mencapai nilai yang sangat besar. Hal ini tidak bisa hanya mengandalkan investor domestik saja melainkan menggandeng investor atau donatur dari beberapa lembaga asing. Dan masalah ini, dapat diselesaikan jika kita selektif dalam menggandeng investor atau donatur dari luar negeri.


Strategi pemanfaatan dana; salah satu menangkap peluang besar ini adalah terutama potensi Indonesia yang terbilang besar dalam pengembangan proyek perkotaan dan didukung sistem baru yaitu dengan adanya otonomi daerah. Memainkan peran dalam mengembangkan otonomi daerah, berkaitan dengan pengembangan otonomi daerah saya sependapat dengan Agustianto dalam hal ini khususnya sistem otonomi daerah, pemerintah pusat membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk menerbitkannya (sukuk daerah), hal ini untuk membantu pemerintah pusat pada saat pemerintah juga sudah mengesahkan regulasi sukuk pada april tahun 2008. artinya potensi dana yang telah tersedia dan pemerintahpun telah menyiapkan sarana pendukung untuk memperoleh dana tersebut. Sehingga semakin mempermudah pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan dana tersebut.

Tujuannya adalah untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi dalam proses pembangunan antar pusat kota dan perkotaan lain di berbagai ibukota propinsi di Indonesia dan mengembangkan perekonomian daerah yang ada di Indonesia.


Measureable impact

Dampak dari sistem ini dapat memainkan peranan penting, terutama daerah (perkotaan maupun pedesaan) dalam mengembangkan perekonomian yang lebih baik terutama terhadap sektor riil dan pengembangan infrastruktur. Dengan berkembangnya infrastruktur kota baik jalanan, bangunan dan sarana dan prasarana yang menopang perekonomian akan berdampak pada akses dan kemudahan dalam mengambangkan skala usaha yang lebih baik lagi dan besar.

Selanjutnya adalah dapat meningkatkan kemandirian kota-kota lainnya, dengan ditopang faktor-faktor produksi yang begitu banyak sehingga dapat dimanfaatkan dan dibudidayakan lebih inovatif lagi. Selain itu, ketergantungan akan pemerintah pusat semakin berkurang dan terakhir adalah terciptanya pertumbuhan yang semakin merata akan terjadi diberbagai kota-kota lainnya. )Oleh : Hendro Wibowo***

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net