Headlines News :

LSM dan Wartawan Laporkan Dugaan Penyimpangan Penerimaan CPNS 2010 di Sungaipenuh

MerdekaPost | Minggu, 19 Juni 2011

SUNGAI PENUH - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan, yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ALARAM), menemui DPRD Kota Sungaipenuh. Mereka melaporkan dugaan kecurangan pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010.

Dalam pertemuan dengan anggota DPRD Kota Sungaipenuh, mereka menyampaikan dugaan terjadinya manipulasi data CPNS, atas nama inisial SD, AMKL, dengan nomor 21-207332-0016, ruang tes BA 022, diganti dengan nama TYK, AMKL dengan nomor yang sama.

Pihaknya mensinyalir adanya peserta yang lulus tes yang sudah lewat umur, dan membayar uang Rp 140 Juta.

Juru bicara Aliansi Rakyat Menggugat, Rinaldi, yang juga ketua PMII cabang Kerinci, membeberkan data dugaan penyimpangan tersebut di hadapan dewan.

Rinaldi membeberkan, pihaknya menemukan adanya sejumlah CPNS yang lulus di atas umur yang telah ditentukan, dan telah terjadi dugaan kongkalikong. "Hasil investigasi kami, ada delapan nama yang lulus di atas umur yang telah ditetapkan," bebernya.

Delapan orang yang dimaksud masing-masing berinisial E kelahiran Tebat Ijuk, D kelahiran Padang, M kelahiran Jambi, D kelahiran Jambi, Y kelahiran Sulak Deras, D kelahiran Lolo, H kelahiran Tanjung Tanah, dan E kelahiran lolo gedang.

"Kita meminta dewan segera memanggil pihak terkait. Dalam pertemuan tersebut nantinya, kita minta LSM dan wartawan dihadirkan, dan kita akan beberkan semua kecurangan tersebut," tegas Rinaldi.

Informasinya, selain temuan yang disampaikan oleh Alaram, diduga 18 lulusan CPNS Kota Sungaipenuh yang lulus pada 2010 lalu, hingga saat ini tidak diumumkan oleh BKD Kota Sungaipenuh.

Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dikeluarkan oleh Kota Sungai Penuh sebanyak 286 orang, sementara yang diumumkan lulus hanya 268, sisanya hingga saat ini masih menjadi tanda tanya warga. Warga khawatir, 18 nama tersebut, diperuntukkan bagi anak pejabat.

Wakil Ketua DPRD Kerinci, Syafriadi, menyambut aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat tersebut. Ia berjanji dalam waktu dekat ini segera memanggil BKD Kota Sungaipenuh, untuk memberikan penjelasan.
"Untuk mengklarifikasi masalah ini, kita akan panggil BKD dan menghadirkan teman-teman LSM dan Pers," ungkapnya.

Kalau memang terbukti nantinya, lanjut Syafriadi, peserta yang lulus bisa dibatalkan sesuai dengan aturan dan tata cara dalam penerimaan CPNS.

"Kalau memang terbukti, bisa dibatalkan dan kita juga mendukung kepada penegak hukum untuk melakukan pengusutan," pungkasnya.

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net