Headlines News :

Kelompok Penipu SMS "Mama Minta Pulsa" Sering Mengaku Pejabat

MerdekaPost | Minggu, 19 Juni 2011

JAKARTA - Markas penipu "SMS Mama Minta Pulsa" di Jalan Kana 2 No.17 Sektor III.3, Cluster Puspitaloka BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten digerebek petugas jajaran Mabes polri dan Polda Metro Jaya.

Dalam penangkapan itu jajaran Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya malahan menangkap 177 WN China dan WN Taiwan, terkait penipuan lewat internet.

Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa penipuan ini berkedok mengaku sebagai pejabat guna mendapatkan sejumlah uang.

"Modus operandi yang digunakan kelompok penipu ini ialah mengaku sebagai pejabat untuk menakuti guna mendapatkan sejumlah uang," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman dalam konfirmasinya, Jumat (10/6/2011).

Lebih lanjut diungkapkan Sutarman, kelompok ini mengontrak rumah untuk kemudian memasang saluran internet dengan broadband yang kapasitasnya besar. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memasang beberapa saluran untuk melakukan hubungan telepon melalui internet dari Indonesia ke beberapa negara.

"Banyak korbannya ada di China, Taiwan, Filipina, dan Vietnam. Kelompok ini mengaku sebagai pejabat dan menakuti untuk meminta sejumlah uang," ujar Sutarman.

Nantinya jajaran Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya terkait penipuan lewat internet akan segera mendeportasikan ke 170 WN Asing tersebut setelah proses koordinasi dengan pihak Imigrasi terselesaikan.

"Perkembangan saat ini kita akan melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi dan proses deportasi akan dilakukan setelah koordinasi dengan imigrasi selesai," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman.

Menurut Sutarman, akan dilakukan pula koordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri dan Interpol China serta Kedutaan Besar China. "Akan diserahkan pula barang bukti ke pihak China demikian perkembangan sementara," ujarnya.

Penangkapan ini berdasarkan permintaan bantuan polisi China dan Taiwan, jajaran Direktorat Kriminal Umum bersama dengan Badan Reserse Kriminal Polri berhasil menangkap 177 orang WN China dan Taiwan. "Terdiri dari 76 warga negara China dan 101 Taiwan di 15 TKP," kata Sutarman.

Ke 15 wilayah tempat kejadian perkara tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharuddin Djafar menegaskan bahwa kasus ini dilimpahkan ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya dalam hal ini hanya membantu untuk operasionalnya.

"Silakan tanya ke mabes untuk lebih tahu," ungkapnya. (okezone)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net