Headlines News :

Kejari Tebo Panggil Empat Kelompok Tani Terkait Dugaan Proyek Fiktif GNRHL Dishut Tebo Tahun 2005

MerdekaPost | Sabtu, 18 Juni 2011

MUARA TEBO, MP – Pihak Kejaksaan Negeri Muara Tebo tidak main-main dalam menyikapi laporan atau pengaduan masyarakat. Sebagaimana diungkapkan oleh Paidi,SH bahwa pihaknya telah memanggil 4 (empat) orang koordinator kelompok Tani di Kecamatan Tebo Ilir terkait laporan masyarakat atas dugaan proyek fiktif GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo pada tahun anggaran 2005/2006 yang lalu.

Disebutkan Paidi selaku Kasi Intel Kejari Muara Tebo, Keempat saksi yang dipanggil penyidik Kejaksaan Negeri Muara Tebo tersebut adalah Yusak yang merupakan warga Dusun Lamo Kelurahan Sungai Bengkal, Gino Ketua Kelompok Tani Penampuian Indah Makmur warga Dusun Lamo Sungai Bengkal, Lukman juga warga Dusun Lamo Sungai Bengkal dan Suhaimi warga dusun Muara Danau. Adapun surat pemanggilan para saksi tersebut tertanggal 15 Juni 2011”. Ungkapnya.

Pihak Kejaksaan Negeri Muara Tebo memanggil para saksi tersebut atas Laporan dari LSM TOPPAN-RI DPD Tebo terkait Dugaan Proyek Fiktif Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) tahun 2005/2006 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo senilai Rp 500 Juta.

Direktur Eksekutif LSM TOPPAN-RI DPD Kabupaten Tebo Muchlisin Harahap Rabu (15/6) menyebutkan bahwa program ini menelan dana ± Rp. 500 juta untuk tiga kelompok tani Penampuian Indah Makmur yang berada didesa Muara Tabir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo.

Dalam kegiatan ini kelompok tani menyiapkan lahan seluas 90 Hektar yang rencananya akan ditanami karet sebanyak 90 ribu batang, durian 17 ribu batang dan duku 10 ribu batang.

Berdasarkan hasil investigasi LSM TOPPAN-RI ketiga kelompok tani yang diwakili oleh Gino,Yusak,Suhaimi dan Lukman itu, mereka mengaku hanya menerima dana untuk penanaman saja sebesar 30 juta rupiah perkelompok tani dengan total jumlah untuk tiga kelompok tani ini sebesar Rp. 90 juta.

Untuk pengadaan bibit karet, durian dan duku para petani ketiga kelompok ini sama sekali tidak pernah menerima. M. Harahap menduga Pimpro (PPTK) pada waktu itu yang dijabat oleh Ir. Rahansi yang sekarang menjabat Kadis Pertanian Kabupaten Tebo telah melakukan penyimpangan dana GNRHL TA. 2005/2006 lalu dan berkonspirasi dengan Paiman yang merupakan salah seorang staf Kantor Camat dikecamatan Tebo Ilir pada waktu itu. ungkapnya.

Harahap menambahkan, “Adapun rincian anggaran dari 500 juta tersebut diantaranya biaya untuk tebang pancah dan imas sebesar Rp.17 juta per Hektar untuk lahan seluas 150 Hektar, yaitu Rp. 255 juta, untuk saprodi atau obat-obatan dan lainnya Rp.1.600.000/Ha untuk lahan seluas 150 Ha berjumlah Rp. 240 juta ditambah biaya administrasi sebesar Rp. 5 juta sehingga Total dana keseluruhannya berjumlah Rp.500 juta”. jelas Harahap.

Sementara itu, Ir. Rahansi Pimpro proyek tersebut yang saat ini menjabat Kadis Pertanian saat berusaha dikonfirmasi dikantornya sedang tidak berada ditempat begitu juga dihubungi via ponselnya sedang tidak aktif.

Oleh karena itu, lanjutnya, Dinas kehutanan harus bertanggung jawab terkait program GNRHL Tahun anggaran 2005/2006 yang diduga fiktif dan gagal itu, kita juga telah melaporkan temuan kita ini ke pihak yang berwenang agar segera diusut tuntas”. tegas M.Harahap. (her).

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net