Headlines News :

Di Atas 8 Ton Truk Dilarang Masuk Kota Jambi

MerdekaPost | Rabu, 29 Juni 2011

JAMBI - Seorang pengusaha semen, Koben, mempertanyakan kebijakan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan di lapangan. Pasalnya, truk semen miliknya tak diperbolehkan masuk ke Kota Jambi, sementara truk muatan lainnya tak dilarang.

Koben mengaku siap memenuhi aturan bahwa angkutan bertonase di atas 8 ton tak boleh masuk kota. Namun dia mengingatkan agar petugas di lapangan tidak diskriminatif.

"Gudang semen saya dengan Simpang Rimbo itu hanya berjarak 200 meter. Truk saya tidak boleh masuk. Tapi mengapa ada truk besar yang muatannya besar juga, boleh masuk. Mengapa bisa begini? Kalau semua harus taat aturan, ya semuanya taat," kata Koben saat menelepon redaksi Tribun, kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Alamina Pinem menegaskan, truk besar memang dilarang melewati jalan-jalan di dalam Kota Jambi. Mengenai diskriminasi dan pelarangan tersebut Pinem mengaku belum mengetahuinya. "Belum ada laporan dan konfirmasi dari tenaga di lapangan," ujar Pinem, Rabu (29/6) lalu.

Walau belum mendapat laporan, Pinem menduga tonase truk semen tersebut melebihi ambang batas yang diperbolehkan untuk melalui jalan-jalan di dalam kota. "Kalau tonasenya tinggi, petugas DLLAJ boleh melarangnya masuk ke dalam kota," tambah Pinem.

Pinem menegaskan, tonase truk yang diizinkan memasuki area dalam kota tidak boleh lebih tinggi dari delapan ton. "Ada rambunya warna merah bertuliskan 8T, kalau ada itu artinya truk bertonae delapan ton tidak boleh lewat," ujar Pinem.

Menurutnya, kalau truk bertonse di atas delapan ton diizinkan masuk dalam kota, jalan-jalan yang ada di dalam kota tidak akan bertahan lama karena harus menahan beban yang terlampau berat. Solusinya, semua truk yang bertonase besar wajib menurunkan muatannya di area luar Kota Jambi. "Muatannya harus dilansir, dipindah ke mobil yang lebih kecil," tambah Pinem.

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net