Headlines News :

Delapan Waktu Ketika Wanita Ingin Bercinta

MerdekaPost | Selasa, 28 Juni 2011

Julie Taylor, seksolog dari Amerika, berpendapat, hubungan seks yang sehat dan bergairah, baik secara fisik maupun emosi, bisa selalu ditingkatkan. Caranya, sebagaimana dikatakan ahli lain, perhatikan foreplay.

"Jika Anda tahu cara mencumbu pasangan, tak mungkin dia akan menolak ajakan Anda," katanya. Dijamin, pasangan yang punya mood jelek sekalipun akan terbangkitkan gairahnya. Selanjutnya, konsentrasilah pada pasangan. Soalnya, hanya dengan berkonsentrasi penuh pada pasangan, orgasme yang dicapai bisa amat memuaskan.

Apa, Sih, YANG DIINGINKAN WANITA?

Ternyata, hubungan emosional yang mesra dengan pasangan sebelum berhubungan intim memang menjadi keinginan banyak wanita. Setidaknya hal ini sudah dibuktikan oleh The Kinsey Institute for Research on Sex, Gender and Reproduction setelah menanyakan lebih kepada 1030 wanita Amerika yang bersedia menjadi volunteer. Wanita-wanita yang ambil bagian dalam penelitian ini berusia 20-60 tahun dan sudah menikah (paling tidak selama 6 bulan).

Dari penelitian tersebut, menurut Dr. Tonja Wynn Hampton yang mengepalainya, menunjukkan bahwa wanita amat mementingkan mood, kondisi tubuh yang fit, dan hubungan mesra dengan suami untuk bisa menikmati hubungan intimnya. Wanita juga senang kalau bisa terbuka soal seks dengan suami.

Selain itu, hampir seluruh responden menjawab, orgasme penting dalam berhubungan intim hingga mereka mengaku berani "menuntut" pasangannya bila kepuasan tersebut belum dicapai. Hanya 40 responden yang menjawab, kepuasan pasangan lebih penting daripada orgasme yang ingin dicapainya. Soalnya, mereka menganggap, hubungan emosional yang mesra lebih penting dari urusan mencapai kepuasan.

"Kita memang tak pernah mengerti secara pasti bagaimana kebutuhan emosi dan seks perempuan. Entah mana yang lebih penting buat mereka: emosikah atau seks? Atau malah keduanya sekaligus? Kami sendiri hanya bisa memberikan kesimpulan secara umum, karena tiap wanita pasti punya kebutuhannya sendiri," jelas Tonja.

Meski sukar mendefinisikan kebutuhan seks wanita, toh, dari riset tersebut juga diperoleh beberapa hal penting yang menjadi krietria mengapa dan kapan wanita mau melakukan hubungan intim, yaitu:

1. Ketika sedang good mood, keadaan tenang, rileks dan tak terburu-buru.

2. Bila ada reaksi emosional yang positif dari pasangan pada saat wanita ingin dicumbu.

3. Bila ada ketertarikan secara fisik pada pasangan. Artinya, jika istri melihat si suami tampak keren sekali di matanya, ia bisa saja mengajuk dan melempar sinyal-sinyal keintiman.

4. Jika selalu punya pengalaman menyenangkan dalam soal seks. Jadi, jika istri selalu mendapatkan apa yang ia dibutuhkan, tak sukar bagi suami mengajaknya berintim-intim.

5. Frekuensi yang tepat. Maksudnya, tak digeber setiap waktu tapi juga tak mau dibiarkan berlama-lama sendiri.

6. Istri senang berhubungan intim dengan suami yang sensitif atas kebutuhannya, terutama kebutuhan akan kedekatan emosi dan kemesraan.

7. Jika dirinya sehat dan bugar

8. Jika suaminya juga sehat, bugar, fit dan berenergi. (her/kom/tri)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net