Headlines News :

Sejumlah Penumpang Travel Ayu Dikabarkan Terluka, Sopir Melarikan Diri

Kecelakaan tunggal sekira pukul 20.00 WIB malam ini, Minggu (13/8), terjadi di Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci


KERINCI, MERDEKAPOST  – Kecelakaan tunggal sekira pukul 20.00 WIB malam ini, Minggu (13/8), terjadi di Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci. Kecelakaan tersebut dialami Travel Ayu jurusan Kerinci-Jambi.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, ban mobil pecah sehingga sopir hilang kendali. Akibatnya, mobil tersebut menyeruduk pagar rumah salah seorang warga hingga rusak.

Salamudin, salah seorang warga yang sempat melihat kecelakaan tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, sejumlah penumpang dikabarkan mengalami luka-luka. “Kalau sopirnya melarikan diri,” ujar Samudin. (ald)

sumber : Metrojambi.com

Travel Ayu Seruduk Pagar Warga Seleman

Travel Ayu seruduk rumah warga Seleman Danau Kerinci
KERINCI, MERDEKAPOST  – Kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tadi malam, Minggu (13/8), terjadi di Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Kecelakaan tunggal tersebut dialami Travel Ayu dengan tujuan Kerinci-Jambi. Sejauh ini, belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, ban mobil pecah sehingga sopir hilang kendali. Akibatnya, mobil tersebut menyeruduk pagar rumah salah seorang warga hingga rusak.

“Mobil baru berhenti setelah menabrak pagar rumah warga,” ujar Salamudin, salah seorang warga di lokasi kejadian saat dikonfirmasi Wartawan. (ald)


PKB Kerinci Tolak Tegas FDS

M. Zamri Pengurus PKB Kabupaten Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.NET - Penolakan terhadap Full Day School (FDS) dari berbagai kalangan, mulai pusat hingga ke daerah-daerah.

Seperti disebutkan oleh, M. Zamri Ketua DPC PKB Kerinci, dirinya menyatakan bahwa FDS jika diterapkan maka dampaknya sangat fatal, FDS akan merusak dan mematikan Sekolah-sekolah Madrasah diniyah dan pondok pesantren.

"PKB Kerinci menolak tegas Full Day School". Ujarnya.

"karena jika itu diberlakukan maka akan mematikan pendidikan madrasah diniyah dan pondok pesantren". Tambah ketua PKB Kerinci M. Zamri.

" Kita mendukung penuh dan sepakat dengan NU (Nahdlatul Ulama) yang menolak tegas bahkan melakukan aksi besar-besaran menolak wacana pemerintah terkait rencana pemberlakuan FDS". Tegas Zamri. (Ald)

Wings Air Kapasitas 70 Resmi Terbang di Kerinci



MERDEKAPOST.NET, KERINCI - Pesawat Wings air resmi terbangi Kerinci-Jambi dan Jambi-Kerinci setiap hari.

Jumat (11/8) kemarin uji coba penerbangan di bandara depati parbo Kerinci telah dilakukan. pesawat berkapasitas 70 penumpang itu mendarat dengan lancar di Bandara Depati Parbo Kerinci dan kembali terbang ke Jambi.

Bupati Kerinci Adirozal mengatakan pesawat Wings Air telah resmi terbangi rute Kerinci-Jambi dan sebaliknya setiap hari.

Dia mengatakan untuk tahap awal pengajuannya rute Kerinci-Jambi, namun tidak tertutup kemungkinan nanti kalau penumpang banyak pesawat dari Lion Grup tersebut akan terbangi rute Kerinci-Padang dan Kerinci-Pekanbaru.

"Awalnya pihak Wings Air mengajukan semua rute itu, tapi saat ini yang resmi baru terbang Kerinci-Jambi dan sebaliknya, setiap hari," kata Bupati, Jumat (11/8).

Selain itu saat ini pemkab sedang dalam proses pengembangan bandara depati Parbo Kerinci. Yang akan diperluas dengan anggaran Rp30 Miliar dari pemerintah provinsi Jambi dan Pemerintah Pusat. (ald)


Pilkada Kerinci, Nama Mantan Sekda Zulfahmi Sengaja Disembunyikan atau Disiapkan untuk Senjata Pamungkas??

Zulfahmi (Mantan Sekda Kerinci)







KERINCI, MERDEKAPOST.NET - Lebih kurang 5 bulan lagi, tahapan pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci di KPU. Suhu politik di Kerinci kian memanas.berbagai manuver politik mulai bermunculan.

Setelah menggema wacana Kerinci Hilir Bersatu, Kayu Aro Bersatu dan akhir-akhir ini menggema Kerinci Tengah Bersatu (Air Hangat Lama) yang meliputi empat Kecamatan yaitu Air Hangat Barat, Air Hangat, Depati VI dan Air Hangat Timur.

Ada beberapa tokoh yang berasal dari wilayah Kerinci Tengah yang digadang-gadangkan selama ini bakal ikut pada ajang lima tahunan ini, seperti Edison (Ketua PDIP Kerinci), Boy Edwar (Anggota DPRD Kerinci dari Partai Golkar),  Eliyusnadi (Anggota DPRD Kerinci dan Ketua PPP), Afrizal (Sekda Kerinci) Ami taher dan terakhir mencuat nama tokoh Kerinci asal Semurup yang juga mantan Sekda Kerinci Zulfahmi.

Khusus nama terakhir, Zulfahmi, selama ini terkesan seperti sengaja disembunyikan atau mungkin bisa jadi mantan Sekda Kerinci ini merupakan senjata pamungkas bagi Kerinci Tengah ketika nama-nama yang lainnya yang selama ini bersosialisasi dan menyatakan diri siap maju itu belum menampakkan dan keterwakilan dari apa yang yang diinginkan oleh masyarakat baik dari segi popularitas, maupun keterwakilan publik Air Hangat lama secara umum.

Salah seorang pengamat, Mensediar Rusli, menyebutkan bahwa nama Zulfahmi sudah tidak asing lagi di Kabupaten Kerinci, terutama di Air Hangat lama yang meliputi empat kecamatan.

Disebutkannya, nama Zulfahmi sudah tidak asing lagi, selama ini dia dikenal sebagai birokrat yang cukup berpengalaman, pernah menjabat sebagai Kepala Dinas dibeberapa instansi dan menjadi Sekda Kerinci dua periode yaitu era Murasman dan juga Adirozal". Ujar Mensediar.

Dilanjutkannya, "selama ini, jika dilihat di wacana-wacana yang berkembang terkait Pilkada Kerinci, nama Zulfahmi belum begitu dikedepankan, dan beberapa nama sudah menyatakan kesiapannya seperti Edison, Boy Edwar, Eliyusnadi, Afrizal dan Ami taher, nah, Jika Zulfahmi memang menyatakan kesiapannya, ini merupakan kekuatan besar bagi wilayah tengah yang memiliki mata pilih yang cukup signifikan". Jelas Mensediar.

"namun, sejauh ini Saya belum melihat pergerakan nyata dari sosok Zulfahmi, meskipun nama beliau sering kita dengar menjadi buah bibir  di Air Hangat dan sekitarnya,  bisa saja Zulfahmi selama ini disembunyikan dan bakal dijadikan senjata pamungkas ketika yang lainnya dinilai oleh masyarakat belum mempunyai kapabilitas dan belum mampu meyakinkan publik". Ujarnya lagi.

"Saya yakin, jika tokoh senior ini menyatakan kesiapannya untuk maju, maka ini akan sangat mempengaruhi peta politik yang akhir-akhir ini berkembang terutama diwilayah Tengah". pungkas Mensediar. (ald)





Waahh.... Wako AJB Puji Wabup Kerinci, "Mudah-mudahan Jadi Bupati"

Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB) Puji Wabup Kerinci Zainal Abidin saat dirinya di daulat untuk 'ngasuh' rentak kudo disalah satu acara pesta pernikahan di Rawang (ist/mpn)
SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.NET - Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB) Puji Wabup Kerinci Zainal Abidin melalui Lagu 'rentak kudo' yang dibawakannya sendiri. Wako AJB menjadi penyanyi (pengasuh) rentak Kudo disalah satu pesta resepsi pernikahan di Rawang.

Melalui syair lagu rentak kudo yang inyanyikan AJB, ada beberapa bait kata yang ditujukannya untuk Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin yang kebetulan hadir di acara tersebut bersamaan.

"Iluk nian wakil bupati kinci, uhangnyo gi mudo gagah pulo", Kata AJB yang erlihat menyanyikan lagu diatas pentas, sementara Wabup Kerinci beserta isteri terlihat ikut ber-rentak kudo bersama undangan lainnya.


Dilanjutan syairnya yang lain AJB juga menyebutkan, "mudah-mudahan Wabup jadi Bupati", ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin yang hadir bersama rombongannya, terlihat ikut menari bersama rombongan walikota Sungai Penuh. Zainal terlihat senyum-senyum saja.

Ketika dikonfirmasi merdekapost.net, Zainal menyebutkan bahwa dirinya tidak menduga, ternyata Pak Walikota AJB pintar bernyanyi dan pandai merangkai kata-kata sebagaimana lagu-lagu Kerinci yang berupa pantun.

"Pak Walikota Hebat,  jago nyanyi dan berpantun". Ujar Zainal.

"Seandainya waktu masih panjang, tidak menjelang magrib, Saya pasti naik ke panggung". ujar Zainal. 

Tampak hadir dilokasi resepsi, Fajran, M.Si salah seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Demokrat.
 
Wabup dan Wako AJB dan rombongan terlihat meninggalkan lokasi pesta beriringan setelah Wako turun dari panggung acara. (ald) 

Kenduri Sko di Semerap Menarik, 3 Bacabup Kerinci HTK, ZA dan Ruslan Ngumpul disini

Kenduri pusako Kedepatian Semerap, dihadiri oleh H. Tafyani Kasim, Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin, serta Ruslan, HS
 
KERINCI, MERDEKAPOST - Pelaksanaan acara Kenduri Sko di Desa Semerap, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh yang ada diwilayah kedepatian Semerap.

H. Tafyani Kasim menyatakan bahwa merupakan sebuah kehormatan atas undangan baginya dalam pelaksanaan acara kenduri sko di Desa Semerap tersebut. Dirinya merasa bangga akan budaya yang dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Tafyani menyempatkan diri hadir dalam pelaksanaan Kenduri Sko 5 Desa dalam wilayah Kedepatian Semerap, acara ini menurutnya sangat kaya akan nilai-nilai budaya dan tradisi adat istiadat yang sudah turun temurun.
Sambutan Wakil bupati Kerinci Zainal Abidin

"Saya sangat bangga karena acara yang penuh nilai budaya ini masih kekal dan digunakan hingga saat ini, Saya sungguh terkesan". Ujarnya.



"kuatnya adat di kedepatian Semerap sebuah fenomena yang perlu menjadi contoh". Pungkasnya singkat.

Menariknya, Acara kenduri sko kali ini juga dihadiri oleh 3 bakal Calon Bupati Kerinci yang akhir-akhir ini sering bersosialisasi ketengah masyarakat, H. Tafyani Kasim, Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin, serta Ruslan, HS. selain itu juga sejumlah undangan dari berbagai elemen yang ada di Kabupaten Kerinci. (ald)





Di Kedepatian Semerap, Wabup Kerinci Zainal Abidin Diarak Keliling Kampung, Tafyani Kasim dan Ruslan Turut Hadir

Pelaksanaan Kenduri Sko (adat) Acara budaya nan sakral di Kedepatian Semerap tadi pagi Minggu 06/08,Tampak hadir pada acara Kenduri Sko tersebut, H Tafyani Kasim dan H Ruslan. (MPN/ald)
Kerinci, MERDEKAPOST - Pelaksanaan Kenduri Sko (adat) Acara budaya nan sakral di Kedepatian Semerap tadi pagi Minggu 06/08 kembali dilaksanakan.

Acara tersebut, dihadiri oleh para Depati ninik mamak diwilayah 5 Desa Kedepatian Semerap, Pemerintah Desa, serta berbagai elemen masyarakat.

Sebagimana rutinitas seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi diawali dengan berarak-arakan keliling kampung yang diikuti oleh Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin serta para undangan lainnya.

Para pemangku adat, ninik mamak alim ulama cerdik pandai diarak mengelilingi kampung dengan iringan suara gong dan canang yang cukup memukau perhatian.

Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin seperti tahun lalu kembali mendapat kehormatan dari pemangku adat setempat bersama berarak keliling kampung, dan juga beriringan dengan masyarakat dalam wilayah kedepatian semerap.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin, menyebutkan, acara adat istiadat yang sudah membudaya ini perlu dilestarikan, dan dirinya sangat mendukung kegiatan sakral ini.

"Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi atas acara yang rutin dilaksanakan tiap tahun ini, acara yang sangat sakral, arak-arakan keliling kampung, ziarah ke makam leluhur dan salam simpuh para pasangan suami
istri yang baru menikah". Terang Wabup.

"Saya berharap acara seperti ini terus dilestarikan sebagai adat istiadat Kerinci sampai akhir masa, jangan sampai hilang ditelan zaman, tak lapuk karena hujan tak lekang karena panas". Ujarnya.

"Terima kasih atas kehormatan dari para Depati, sungguh ini memberikan kesan yang luar biasa, salam kebersamaan". Pungkasnya.

Tampak hadir pada acara Kenduri Sko tersebut, H Tafyani Kasim dan H Ruslan yang tampak ikut berbaur ditengah-tengah masyarakat setempat. (ald)

Ternyata Si Penimbun Jalan Itu Adalah Anggota Dewan

Seorang pria dengan penampilan sederhana memakai celana pendek, Sabtu 05/08 kemaren, terlihat sibuk menimbun jalan-jalan yang berlobang disekitar perkebunan teh Kayu Aro 

KERINCI, MERDEKAPOST - Aksi sosial yang dilakukan oleh salah seorang warga Kayu Aro Barat Desa Sungai Lintang cukup mendapat perhatian di medsos.

Seorang pria dengan penampilan sederhana memakai celana pendek, Sabtu 05/08 kemaren, terlihat sibuk menimbun jalan-jalan yang berlobang disekitar perkebunan teh Kayu Aro, menggunakan pasir dan kerikil yang sengaja dibawanya menggunakan mobil jenis pick up.

Ternyata Pria berpenampilan sederhana itu adalah salah seorang anggota DPRD Kerinci bernama Reno, pria kelahiran Kayu Aro 35 tahun lalu, yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kerinci dari Partai PKB.

"Yah kebetulan ada sisa-sisa material disekitar rumah saya, dan saya inisiatif aja untuk nimbun jalan-jalan berlubang ini". Ujar Mas Reno singkat.

"Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat pengguna jalan ini". pungkasnya. (ald)



Mencari Pengabdi Demokrasi

Tulisan ini murni Penulis susun untuk memberikan sumbang saran sehubungan dengan kriteria pengawas pemilu yang diharapkan guna menghadirkan dan mewujudkan demokrasi yang demokratis dalam perspektif Penulis. Tulisan ini juga Penulis susun atas dasar evaluasi dari pengawas Pemilu sebelumnya dan tanpa bermaksud mengintervensi Tim Seleksi ataupun Badan Pengawas Pemilu sendiri mengingat tahapan seleksi yang sedang berlangsung.

Seleksi yang Transparan dan Bebas Intervensi

Sudah barang tentu kepentingan politik akan sangat tinggi terhadap lembaga pengawas pemilu, apalagi mengingat dalam konsep RUU Pemilu ke depan kewenangan pengawas Pemiu sudah semaki menguat. Sehingga tentunya tekanan dan pengaruh kepentingan politik sebagaimana dimaksud tersebut akan sangat mungkin masuk ke dalam sendi-sendi penyelenggaraan seleksi pengawas pemilu.

Di samping itu kepentingan golongan-golongan tertentu sangat sarat dan erat hubungannya dengan proses seleksi penyelenggara Pemilu, khususnya dalam hal ini proses seleksi Panwas. Agaknya komitmen menutup rapat-rapat amplop rekomendasi sebagaimana di sampaikan oleh salah satu Ketua Tim Seleksi Panwas beberapa tahun lalu merupakan salah satu bentuk perwujudan integritas Tim seleksi untuk lepas dan bebas dari tekanan ataupun kepentingan-kepentingan golongan tertentu, terkecuali terhadap masukan-masukan dan tanggapan-tanggapan masyarakat mengenai pribadi, independensi, integritas, dan penilaian terhadap calon Panwas yang sedang berkompetisi.

Selain itu, sehubungan dengan kesekretariatan Tim Seleksi yang individunya masih “menempel” kepada lembaga Bawaslu Provinsi justru juga dikhawatirkan timbulnya intervensi dan pengaruh internal mengingat beberapa calon yang masih bertahan hingga saat sekarang ini yang masih ataupun pernah berhubungan secara kelembagaan dengan Bawaslu Provinsi sendiri, seperti misalnya staf Bawaslu Provinsi, maupun Staf Panwas yang lalu, sehingga dikhawatirkan terdapat celah intervensi dan pengaruh tersebut.

Tentunya harapan bersama adalah terwujudnya seleksi Panwas yang transparan dan bebas dari intervensi atas dasar kepentingan apapun itu. Mengingat Panwas merupakan lembaga penegak demokrasi, dan tentunya adalah suatu tuntutan proses seleksinyapun berjalan demokratis.
Panwas Butuh Kompetensi yang Jelas dalam kelembagaan Panwas, setidaknya ada 3 hal yang menjadi tupoksi umum yang dijalankan secara kolektif kolegial. Yakni kelembagaan, teknis pengawasan, dan penindakan pelanggaran yang tentunya hal tersebut menjadi tanggung jawab secara kolektif kolegial.

Sehubungan dengan hal tersebut tentunya Panwas yang terpilih wajib memiliki kompetensi yang jelas untuk dapat melaksanakan tupoksi tersebut sebagaimana mestinya. Oleh karena itu ada beberapa hal penting yang mesti menjadi tolak ukur dan dasar pertimbangan bagi Timsel ataupun Bawaslu Provinsi sendiri dalam hal menentukan dan menjatuhkan pilihan, yakni pengalaman dan rekam jejak serta latar belakang pendidikan dan/atau pengetahuan yang relevan untuk itu. Sehingga dengan terpenuhinya 2 (dua) hal tersebut akan terukur secara umum kompetensi Panwas tersebut.

Pengalaman dan Rekam Jejak 

Pengalaman sebagai penyelenggara pemilu (baik dari KPU dan jajaran ataupun Pengawas Pemilu dan jajaran) maupun pemantau ataupun pengamat kepemiluan sangat penting untuk dapat melaksanakan tugas sebagai Panwas. Hal ini dikarenakan dalam fakta lapangan kemampuan penyelenggaraan tugas Panwas sangat dipengaruhi oleh pengalaman seseorang mengingat proses Pemilu maupun Pilkada secara umum sangat khas. Bukan berarti dalam hal ini Penulis bermaksud mengenyampingkan para pendatang baru, namun setidaknya rekam jejak perhatian seseorang terhadap penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada sangat penting. 

Dan dalam hal ini Penulis ingin menyatakan bahwa rekrutmen Panwas bukan lowongan pekerjaan coba-coba. Mengingat Pemilu dan Pilkada menentukan nasib orang banyak untuk waktu panjang dan resiko dan tanggung jawab pekerjaan yang tinggi dan tidak cukup dengan coba-coba.

Di samping itu rekam jejak juga sangat penting untuk ditelusuri dari berbagai sisi. Mulai dari integritas, independensi, kapabelitas, dan sumbangsih untuk penyelenggaraan Demokrasi sangat perlu untuk dilihat untuk menetapkan pilihan. Tentunya kita tidak ingin hasil seleksi ini menimbulkan permasalahan di kemudian hari apalagi jika Panwasnya (maaf) tidak bisa kerja.

Pendidikan dan/atau Pengetahuan

Ada hal yang tidak dapat dipungkiri dan dielakkan dalam rangka melaksanakan tugas Panwas, yakni membaca, menerjemahkan, dan menafsirkan aturan hukum dalam segala tingkatan. Selain itu melaksanakan proses klarifikasi dan pembuktian yang sudah barang tentu sangat membutuhkan seseorang dengan latar belakang pendidikkan dan/atau pegetahuan serta pengalaman untuk itu. Mungkin semua orang bisa membaca aturan hukum, tapi tidak semua mampu untuk itu, apalagi terhadap hal-hal yang bersifat teknis.

Tidak jarang proses penanganan dan penindakan pelanggaran menjadi problema dalam pelaksanaan dan diujung penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada karena proses dan pengkajian penanganan dan penindakan pelanggaran yang amburadul. Ini bukan hanya isapan jempol belaka, tapi hal ini adalah fakta yang “mungkin” jarang atau bahkan tidak pernah terkspose ke hadapan publik.

Oleh karena itu diperlukan Panwas yang berlatar belakang pendidikan ilmu hukum ilmu politik ataupun ilmu lain yang relevan serta pengetahuan serta pengalaman dalam hal menyelesaikan konflik dan penanganan perkara hukum. Agar suatu hari tidak timbul dan terjadi Panwas yang amburadul.

Harus Peka dan Terbuka Terhadap Tanggapan dan Masukan

Acap kali di lapangan masyarakat enggan untuk memberi masukan dan tanggapan masyarakat enggan untuk memberikan tanggapan dan masukan karena kewajiban administrative yang dipandang masyarakat menjadi kendala. Adakalanya masyarakat yang tidak ingin menyampaikan secara terbuka mengingat privasi yang harus mereka jaga. Oleh karena itu Timsel ataupun Bawaslu Provinsi wajib terbuka terhadap tanggapan dan masukan masyarakat melalui saluran dan system apapun, bahkan surat kaleng sekalipun. Mengingat tidak jarang laporan serupa terbukti benar adanya sebagaimana terjadi pada seleksi-seleksi sebelumnya.

Tentunya kita sama-sama berharap keputusan penentuan nama-nama terpilih berjalan hingga akhir masa jabatan, dan kita tidak ingin masa jabatan Panwas terhenti di tengah jalan hanya karena kompetensi yang tidak mampu ataupun persoalan etik di kemudian hari.

Penulis senantiasa mendoakan Timsel dan Bawaslu Provinsi untuk selalu istiqomah untuk demokrasi yang demokratis untuk Pemilu dan Pilkada yang demokratis pula. Selain itu Penulis mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi jalannya proses seleksi ini dan berperan aktif dalam memberi tanggapan, saran, dan masukan agar terwujud pengawas Pemilu yang berkualitas.

*Oleh: Dony Yusra Pebrianto, SH., MH.
Penulis adalah Staf Pengajar pada Fakultas Hukum Universitas Jambi, Pengamat Politik dan Kepemiluan.

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net